Search

Translate

Jumat, 09 Desember 2011

Membaca Puisi



Membaca Puisi
Puisi merupakan bentuk ekspresi pemikiran yang membangkitkan perasaan dan merangsang imajinasi pancaindra dalam susunan yang berirama.


Pembacaan puisi akan menarik bila pembaca puisi:
1.       Memahami isi puisi
2.       Memiliki lafal yang jelas
3.       Menguasai pola tekanan dan intonasi pembacaan teks puisi
4.      Memiliki ekspresi dan gerak-gerik yang sesuai isi puisi

Struktur fisik puisi terdiri dari:
1.       Diksi, yaitu pilihan kata yang tepat, padat, dan kaya akan nuansa makna
2.       Baris, yaitu penciptaan efek artistik dan pembangkit makna
3.       Enjambemen, yaitu peristiwa sambung menyambung dua larik sajak yang berurutan
4.       Rima, yaitu pengulangan bunyi dalam puisi
5.       Bahasa, yang digunakan adalah bahasa figuratif, yaitu bahasa yang digunakan penyair untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung dengan makna lambang
6.       Tipografi, yaitu bentuk fisik puisi yang berupa penataan baris yang baik

Struktur batin dalam puisi:
1.       Sense, yaitu sesuatu yang diciptakan penyair melalui pisinya
2.       Subject Matter, yaitu pokok pikiran yang dikemukakan penyair lewat puisi
3.       Feeling/perasaan, yaitu sikap penyair terhadap pembaca
4.       Tema, yaitu ide dasar puisi

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:
1.       Intonasi, meliputi
a.       Tempo (cepat lambat suara)
b.      Irama (keras lambat suara)
c.       Nada (tinggi rendah suara)
d.      Jeda (perhentian sementara)
e.      Aksentuasi (tekanan suara)
f.        Kejelasan (volume suara)
2.       Ekspresi, meliputi:
a.       Mimik (gerak wajah/raut muka)
b.      Pantomimik (gerak-gerik tubuh)
3.       Penampilan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar