Search

Translate

Jumat, 09 Desember 2011

Catatan kaki

Catatan kaki
Yang dimaksud dengan catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks yang ditempatkan pada bagian bawah karangan yang bersangkutan. Catatan kaki harus memuat nama pengarang, judul karangan, data publikasi, dan nomor halaman. Adapun contoh penulisan catatan kaki sebagai berikut ini:


1)      Referensi pada buku karangan satu hingga tiga pengarang

-          Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hal. 4

-          Teguh Wibowo, Imam Taufik, Sugeng Budiarto, Belajar Bahasa Persatuan, (Bandung: Acarya, 2005), hal. 32

2)      Referensi pada buku karangan 4 orang atau lebih

-          Teguh Wibowo, dkk, Cinta Bahasa Kita 6 (Jakarta: Ganeca Exact, 2004), hal. 32

3)      Referensi dari majalah ataupun surat kabar

-          Sumi Winarsih, “Bahasa Jawa di Ambang Kepunahan?”, Suara Merdeka, 3 Mei, 1990, hal. 5

4)      Referensi berupa buku terjemahan

-          Multatuli, Max Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin (Jakarta: Jambatan, 1972), hal. 54

5)      Referensi berupa artikel dalam antologi ataupun ensiklopedi

-          Melani Budianta, “Bercermin pada Kaki Langit: Kreativitas dan Pendidikan Sastra Pelajar Indonesia”, Kaki Langit Sastra Pelajar, ed. Jamal D. Rahman (Jakarta: Majalah sastra Horizon dan Kaki Langit, 2002), hal. 282

Tidak ada komentar:

Posting Komentar